Selasa, 29 Desember 2009

Avatar Movie

Been thinking to watch this film? Isn't available in Semarang's cinema yet?
I've watched it. And it's undoubtably awesome indeed. :D (dianarikasari said it's awesome beyond words, so I have to find another compliment :p)


Saya nonton di Bandung Supermal waktu liburan natal kemarin. Sebelumnya saya ama sodara nyante aja, dapet syukur, ngga dapet ya udah. Eh alhamdulillah dapet tiket meskipun dapetnya kursi paling depan dan udah ketinggalan 10 menit. Hahaa ya udah lahh namanya juga mendadak. :p

* * *

Oh iya, cerita film ini tu tentang eksplorasi ke planet Pandora, di mana terdapat bahan tambang yang berharga USD 20 Milyar per kilo gramnya. Tapi, tambang itu ada di bawah pohon di mana suku Navi tinggal. Jadi diutuslah beberapa orang untuk menjadi avatar dengan misi memindahkan suku Navi ke tempat lain, biar tambangnya bisa digali.

model pohon yg ditinggali suku Navi

Yang diutus jadi avatar itu khususnya Jake Sully, mantan marinir US yang udah cacat kaki gara2 perang. Nah di tubuh avatarnya dia jadi ngga cacat. Di suku Navi dia bertemu gadis lokal bernama Neytiri, anak kepala suku, yg akhirnya ngajarin dia macem2 dari mulai berburu sampe menunggang naga.

Suku Navi itu berkulit biru, berhidung kucing dan berbadan tegap. Tingginya sekitar 3 meter. Tapi buat saya tingginya 5-6 meter ahh. Bule-bule yang main aja kebanting semua, haha.


Neytiri and Jakesully. cat noses? raaawr!

Yang bikin saya amazed dari film ini tuh ukuran avatarnya, ternyata gede, 5 meteran, saya pikir seukuran manusia. Lebih gede kan lebih keren.. haha.

Jalan ceritanya juga bagus dan sulit ditebak. Endingnya bagus! Saya pikir cuma gitu aja, klasik. Ternyata enggak. Ada banyak hal di film Avatar yang ngga ada di film lain. Wajibwajibwajib nontooooon!

Pengen nonton lagi ah kalo diputer di Semarang. Ikut? ;)

Smooch,
Rayna

Sabtu, 26 Desember 2009

In Harmonia Progressio

So I reaaaaaaly wanna reach this Olympia highness-leveled Institute, after I leave the (f*cking) beloved SMA 3, hopefully, at summer 2010 :)
In Harmonia Progressio : Institut Teknologi Bandung. 1959.


Now I'm in option to submit a register for Architecture, FSRD, or Business Management. My heart once shouted I've gotta reach the Architecture (SAPPK : Sekolah Arsitektur dan Perencanaan Pengembangan Kebijakan), but, architecture on ITB?? I'm insane.

What about School of Business Management? Hmm..., seengganya ngga ada unsur tekniknya. :)

Sekolah Bisnis Manajemen ITB

Biayanya banyak buat SKS-nya doang (IDR 750,000/sks/semester, 18 sks/semester/first year) dan ngga kalah banyak buat uang masuknya. Tapi ngga ada yang meragukan kehebatan SBM. Lulusannya jadi eksekutip di mana-mana. Bahkan, SBM ITB disandingkan sama Stanford University loh. Weks, makin mupeng jadinya, astagfirullah, astagfirullah... pengeeeeen... :(



Gedung SBM ITB, bagian barat labtek.


God, please bless us. Bless us who want to be Satria Ganesha once again, there, in the trully Ganesha Institute. Please bless us to reach in and crawl up. Please give us the best luck. I'm praying, God, bless us.

Ayo belajaaar buat USM daeraaaaaaaah! Lengkapin berkas pendaftarannya juga! SEMANGAAAAAT!

An hopefully ITB colleger to be,
Rayna

Selasa, 01 Desember 2009

Desember

Slalu ada yang bernyanyi dan berelegi
di balik awan hitam

Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini
Menanti, seperti pelangi
setia
menunggu hujan reda

Aku
selalu suka sehabis hujan
di bulan Desember..
di bulan Desember..


Slalu ada yang bernyanyi dan berelegi
di balik awan hitam

Smoga ada yang menerangi sisi gelap ini
Menanti, seperti pelangi
setia,
menunggu hujan reda

Aku
selalu suka sehabis hujan
di bulan Desember..
di bulan Desember..

Sampai nanti ketika
hujan tak lagi meneteskan duka,
meretas luka

Sampai hujan memulihkan luka..

Aku
Selalu suka sehabis hujan
di bulan Desember..
di bulan Desember..


Karna aku
Selalu suka sehabis hujan
di bulan Desember..
di bulan Desember..

Seperti pelangi, setia,
menunggu hujan reda..
:))

*Desember by Efek Rumah Kaca

Sebuah lagu romantis yg simpel, yg lebih memfokuskan nuansa daripada rasa.. Yang nemenin waktu hape masi baru, waktu study tour ke Bali, waktu jatuh cinta.., terus, sampe sekarang. Calon lagu abadi di playlist hape nih, haha.

Heart this song so much.
Cheers!