The L Word

Hi. Such a pleasant chill night here at home, di luar lagi hujan rintik-rintik dan saya gak bisa tidur. Ya udah yuk kita ngeblog aja :))

Yep, saya gak bisa tidur karena tiba-tiba pingin nulis sesuatu. Tentang apa? Tentang lesbianism. Okay saya pingin nyantumin kata itu sebagai judul, tapi berhubung pos ini akan full-opini, jadi mending kasih judul yang abstrak aja. =w=

Tadi saya nonton video youtube tentang film Yes or No. Ya, sampe sekarang saya belum nonton karena donlotannya paused dan belum saya lanjutin. Saya liat adegannya Pie sama Kim pas mereka lagi kiss.



Before you read my (useless) opinions, here's the basic theory. Di lesbianisme, ada yang disebut butch (maskulin) dan femme (feminin). Di Jepang, hubungan sesama jenis disebut yuri (lesbi) dan yaoi (gay). Di jepang istilah butch dan femme disebut seme (maskulin) dan uke (feminin). Istilah seme uke dipakai baik untuk yuri dan yaoi, sedangkan butch dan femme kelihatannya dipakai untuk lesbian saja.

Opini saya:
1. Mereka kiss habis kehujanan dan sama-sama pake tanktop. Dude please, menurut saya itu gak keren. Lebih keren kan kalo si Kim pake T-shirt gede atau apa. Tanktop itu bikin mereka berdua sama-sama terlihat feminin, jadi gak kerasa butch-nya.

2. (sorry) Kim's buttock is rounded. It's a destiny of all girls I think, for them giving a birth. Kesimpulannya, Kim, seberapapun tomboynya kamu, kamu tuh cewek. Baju gak akan bisa menutupinya, apalagi bagian yang itu... *hmmm.

3. Kim is very very super skinny. I don't know whether it's good in my opinion though.

4. Kim bisa banget tuh kalo nyamar jadi cowok. Ada tuh drama tentang cewek yang nyamar jadi cowok, yaitu Hanazakari no Kimitachi e. Yang versi jepang, diperankan sama Horikita Maki yang imut banget. Badannya kecil, buttocks-nya bulat banget dan menurutku fail jadi cowok. Sedangkan yang versi taiwannya diperankan oleh Ella Chen. Badannya lebih manly jadi lumayan berhasil lah penyamarannya.

Horikita Maki as Ashiya Mizuki

Ella Chen as Lu Rui Xi
Nah... lebih cool yang mana? fufufufu


5. In the end... saya masih super geli sama yang namanya butch. Entah dari potongan rambut, cara jalan, cara berpakaian, atau cara ngomong, pokoknya saya masih agak gimana gitu.

Well, saya nggak ngejudge. Saya ngerti kok kalo keadaan orang tuh beda-beda. Saya nggak nyuruh cewek tomboy harus gimana, harus nerima, harus jadi feminin blablabla. Tapi selama beberapa tahun terakhir, saya cuma ngelihat cewek berambut panjang yang sporty. Jadi keberadaan butch bikin saya kaget. Hehe.

Masih mau nonton Yes or No utuh Ray? Masih! Tapi ekspektasiku gak setinggi waktu nonton Love of Siam sih. Masalahnya Love of Siam kan tentang gay (which I love gays!), ceritanya multilayer dan agak njelimet, fokusnya dibagi dengan cerita keluarga, jadi dia bener-bener bisa memenuhi penilaianku terhadap drama. Kalau Yes or No, mungkin cukup lah ya buat ngebuka mata tentang L word :))

Oh iya, ada film Thailand baru lagi, ATM! Pemerannya Chantavit Dhasanevi, pemain di Hello Stranger yang mirip Christian Bautista. (tapi Chantavit lebih ganteng dan mukanya lebih kocak :p) Hmmm... download ATM atau Yes or No ya? :p



Cheers! :)

Yes or No (2010)

Awalnya aku follow tumblr tentang film-film dan artis2 thailand. Trus di situ ada yang nanya tentang film2 thailand yang recommended. So I bumped to this film, Yes or No (2010).



Ceritanya tentang Pie (Sucharat Manaying) dan Kim (Suppanat “Tina” Jittaleela), dua orang mahasiswi yang tinggal sekamar. Pie adalah gadis feminin, baru saja minta pindah kamar karena teman sekamarnya dulu ternyata lesbian. Pie marah waktu tau teman sekamar barunya, Kim, adalah seorang tomboy. Saking gak sukanya, dia bikin batasan teritori di kamar supaya Kim gak dekat2.

Meski tomboy, Kim nggak otomatis lesbian. Namun, pelan-pelan dia menyadari perasaannya. Dia cemburu waktu melihat pacar Pie menjemput ke asrama. Itulah yang diceritakan di film ini: perjalanan perasaan mereka.

****

Yah, itu aku liat dari trailer. Aku juga belum nonton filmnya kok, ini aja baru download :p

Waktu awal liat trailernya, aku pikir film ini cuma pengikutnya Love of Siam (2007). Bedanya LOS tentang gay, sedangkan film ini versi lesbiannya. Satu yang bisa aku bilang, kalo cuma ikut2an, film ini gak akan bisa menyamai LOS. Soalnya LOS ceritanya drama keluarga yang agak rumit (multilayer), bukan cuma tentang homoseksual dan dilemanya. Yah, tapi mungkin film 'Yes or No' punya tujuannya sendiri. Denger-denger sutradaranya lesbian lho :p

Sebenernya aku lumayan menggemari cerita2 LGB, karena menurutku lucu aja melihat mereka snuggle dengan sesama jenis. Trus kebanyakan LGB di cerita fiksi kan cakep2 yah :p. Tapi sebel juga kalo orang2 LG mulai bikin thread propaganda di forum (aku sering baca forum2 juga lho meski gak terdaftar). Kasian juga sih, tapi gerah aja ngeliatnya, apalagi yang bikin fakta2 ngaco.... rawr!

Lanjut. Abis itu aku browsing tentang LGBT. Di situ aku ketemu blog L dari Indonesia dan tumblr dari luar negeri tentang LT. Aku agak kaget karena di dua halaman ini ada banyak foto dari laki2 yang terjebak di tubuh perempuan (you know what I mean). Bahkan di blog Indonesia itu, penulisnya mendeklarasikan dengan jelas bahwa dia L, dia suka perempuan2 cantik, dan dia sudah punya girlfriend.

Oh well.

Bukannya mo ngejudge, tapi ini rasanya sama kayak cowok straight lagi ngeliat gay. Geli kan? Padahal si gaynya bisa aja bilang "you're not even my type!" tapi kita tetep aja geli.

Ya gitu lah. Saya seneng ngeliat gay (asal mereka gak propaganda) tapi agak2 geli kalo liat perempuan butch. You know, perempuan 'berambut pendek'. Coba kalian nonton SuckSeed yang bagian mereka pergi ke Bangkok. Pasti ngerti deh rasanya.

Well, saya gak mau dibilang sinis atau 'diserang' gara2 tulisan saya. I should be thankful for being content of what I am. Satu yang saya mau bilang, LGBT is my guilty pleasure. Tapi saya juga pemegang agama yang taat, dan saya berpegang pada apa yang islam bilang tentang itu. *ehm *religius dikit

Yaudah. Mau nunggu donlotannya kelar nih. Semoga filmnya bagus ya :)

Cheers! :D

Trivia tentang Witwisit Hiranyawongkul :)

Dari kemarin googling terus tentang Love of Siam... sekarang mau nulis trivia tentang pemerannya Mew ah, Witwisit Hiranyawongkul :)

Khun-Pchy :))

Pertama kali aku googling tentang Love of Siam, (pas belum nonton) aku penasaran banget sama pemeran Mew ini. Habis di wikipedia fotonya formal gitu. Gak ngerti kan kenapa dia kepilih buat meranin Mew, apa sih istimewanya dia. Ternyata kalo udah nonton baru tau deh manisnya kayak apa heheh.

Trivia about Mew's protayer:
1. Pemeran Mew di Love of Siam adalah Witwisit Hiranyawongkul, biasa dipanggil Pchy.

2.Waktu memerankan Mew, Pchy memang sedang duduk di kelas 12, sama seperti tokoh yang ia perankan.

3. Pchy berasal dari Chiang Mai. Di film, keluarga Tong (lawan main Pchy) berlibur ke Chiang Mai sebelum natal. Dan kakak perempuan Tong, Tang, menghilang saat dia hiking di sana.

4. August band yang diceritakan di film benar-benar menjadi band di dunia nyata dengan personel yang sama (13 personel, karena termasuk saksofon) dan Pchy sebagai vokalisnya.

5. Pchy "ditemukan" oleh sutradara film 'Love of Siam'
Chukiat Sakweerakul karena mereka berasal dari sekolah yang sama. Beliau sendiri memilih Pchy karena membutuhkan aktor yang bisa menyanyi dan bermain piano.


Kyaaa Khun-Pchy! ที่น่ารัก! ♥♥♥ :DDD

Kyaaa look at his laughing face!
I'm having an eyegasm
♥♥ :DD


6. Pchy menulis dan menyanyikan beberapa lagu untuk soundtrack film ini.

7. 'Love of Siam' adalah film pertama bagi Pchy dan Mario Maurer :)) (Maurer bahkan menuliskan judul film ini di bio twitternya XDDD)

8. Perbedaan karir Maurer dan Pchy adalah, Maurer menerima banyak tawaran setelah film itu, sedangkan Pchy tidak. Konon Pchy agak kurang nyaman dengan publisitas.


9. Syuting 'Love of Siam' tuh akhir 2006, sedangkan rilisnya akhir 2007.


10. Setelah selesai syuting, Pchy masih bisa sekolah, lulus, lalu memilih universitas dengan tenang. Dia masuk di Faculty of Journalism and Mass Communications,
Thammasat University, Bangkok.

11. Tapi setelah film rilis, dia tiba2 jadi terkenal dan banyak orang penasaran padanya. Bahkan ada fans yang mengikutinya sampai ke asrama XDD


12. Pchy tidak sehalus tokoh yang ia perankan. Kata para fans setelah membaca blognya, Pchy orangnya straight-talking, pintar, dan kritis. Gak heran ya dia kuliah di jurnalisme.


13. Dia tidak mau karir di dunia hiburan mengganggu kuliahnya. Hasilnya, dia sudah lulus kuliah pertengahan 2011 lalu (tepat waktu XDD)


14. Chemistry antara Pchy dan Maurer dapet banget. Tapi dia bilang "kami tidak semanis itu. saat adegan bersama, biasanya kami menatap kamera yang berbeda." Selain itu, waktu syuting dia lebih sering menatap ke kru untuk memastikan ekspresinya sudah benar.


15. Pchy dan Maurer main film bareng lagi di 4Romance (2008). Tapi film ini omnibus dengan 4 sutradara yang berbeda, dan mereka tidak bermain di segmen yang sama. :(


foto Pchy sama Mario Maurer yang paling aku suka.
Memang gak satu frame, tapi ekspresinya lucu banget,
kalo disatuin jadinya pas :))))


Udah sih kayaknya cuma gitu aja trivianya. Manis kannnn P'Pchy hihihihi :D yang bikin aku semangat nonton malah Pchy-nya. Eh nonton Maurer juga deng. Eh chemistry mereka juga deng. Hihihihihi.

Ayo semangat kuliah! Biar lulus tepat waktu kayak Khun-Pchy :D

Cheers!

*Sumber: Wikipedia
dan pinoyexchange.com

kuliah FKG UGM semester 3 itu....

SANGAT CAPEK.

Detilnya saya gak bisa cerita-cerita dulu ya. Mending saya pamer hasil karya saya selama semester 3 ini: mengukir gigi menggunakan wax :)

Dari kiri ke kanan: geraham rahang atas, geraham rahang bawah, gigi seri, taring, geraham kecil (premolar)

Ini adalah praktikum Dental Anatomy atau DA. Kami diharuskan mengukir 5 macam gigi selama satu semester, tiap 1 giginya harus selesai dalam waktu 2 kali pertemuan.

Cara ngukirnya tentu pake ngeliat gigi asli dulu. Kami nyari gigi asli dari rumah sakit, puskesmas, atau dokter gigi yang menyimpan gigi yang udah mereka cabut. Biasanya kalo beli mahal, berkisar 10-25 ribu per gigi. Ada juga yang 3-5 ribu, ada juga yang bener2 digratisin. Masalahnya kalo sama perawat suka dibikin bisnis, jadi kita susah dapet gratis =A=

Setelah kita dapet gigi, kami mengidentifikasi itu gigi apa, kiri atau kanan, gigi sentral atau lateral. Semua ciri-cirinya disamain sama yang ada di buku praktikum.

Setelah kita mengiden, kita bikin disain. Disain itu bikinnya pake skala, membandingkan panjang gigi dengan panjang wax. Panjang gigi biasanya 2-2,7 cm, panjang waxnya sekitar 5-6 cm, jadi perbesarannya ya sekitar 2-3 kali ukuran asli gigi.

Disain itu dibikin di milimeter blok. Kami bikin pola gambar gigi dari 4 sudut pandang, depan, belakang, kiri, kanan. Trus masing2 disain itu dipotong mengikuti pola, lalu polanya ditempel di wax dan kami mengukir mengikuti bentuk pola.

Voila! Jadilah ukiran gigi di atas! :)

Random facts:
- Gigi yang kami pakai di praktikum ini HARUS SEMPURNA, gak boleh terkikis, berkarang, bentuknya harus sama kayak bentuk asli di rahang manusia. Yang mana susah, kalo gigi masih bagus ngapain dicabut? Kecuali buat pasang kawat =A=

- Gigi geraham kecil (atau disebut premolar) yang saya pakai untuk praktikum ini adalah gigi temen saya sendiri, Alvita. Gigi dia dicabut karena dia pakai kawat gigi.

- Saya beli sekitar 6 gigi dari dokter seharga masing-masing 15 ribu. Jadi saya habis 90 ribu untuk beli gigi aja. Dan SEMUANYA GAK BISA DIPAKAI karena 'gak sempurna'. Akhirnya cuma 2 yang akhirnya kepake, 1 gigi susu karena bisa ditukar dengan gigi yang bagus, dan 1 gigi saya jual ke temen karena giginya diaccept sama asistennya.

- Karena gigi yang saya beli banyak yang nggak diaccept, saya minta sama temen saya. Saya blas gak ngeluarin duit lagi untuk gigi. Semuanya saya dapet minta kalo gak tuker. Makasih ya guys :")

- Kebayang kan gondoknya? Ya. Praktikum ini memang lumayan bikin gondok, meskipun asistennya baik banget.

- Semua praktikum semester tiga ini kalo gak bikin gondok, stres, ya deg-degan. Yang ketiga itu pasti, karena semua praktikum ada ujian akhirnya (atau responsi) #lesigh =A=

Minggu depan tanggal 27-30 Desember saya ada 3 responsi. Doain saya sukses ya? :)

PS: untuk praktikum anatomi, mau saya pasangin gambar jenazah yang dipakai praktikum? Disebut kadaver, warnanya sudah coklat karena direndam formalin terus, wajah dan sayatannya bervariasi sesuai kebutuhan.. :)

Hahahah bercanda. Nanti malah gak bisa tidur lagi. Cheers! :)